Berita Indonesia Terbaru

'Buat Apa Berkerudung, Jika Kelakuan Rusak', Benarkah

“Buat apa berkerudung tetapi kelakuannya rusak?”. Pernyataan ini sering kali dilontarkan oleh kaum hawa yang bermaksud sebagai pembenaran mengenai prinsip hidupnya yang enggan memakai kerudung. Prinsip hidup tersebut juga dikuatkan dengan pernyataan “Agama Islam nanti jadi jelek di mata Dunia. Jadi, lebih baik kita perbaiki lebih dahulu kelakuan atau sikap kita setelah itu baru berkerudung”.
Memang sekilas kata-kata ini sepertinya terdengar benar dan juga bijak, sehingga banyak sekali kaum hawa yang mengikuti prinsip hidup ini. Padahal nyatanya, dibalik kata-kata ini ada bahaya yang besar mengintai yang akhirnya membuat diri sendiri binasa dan juga bahayanya juga berdampak merusak bagi kaum adam.
Seperti yang terlihat, semakin hari semakin banyak sekali kaum wanita yang tidak menutup auratnya. Mereka merasa bahwa rambut mereka bukanlah aurat yang perlu ditutupi, sehingga membuat mereka dengan santainya keluar rumah tanpa menggunakan kerudung. Belum lagi trend busana yang sekarang mereka gunakan, trend kurang jahitan dan pakaian serba ketat. Alhasil, lekuk-lekuk tubuh mereka tergambar dengan jelas dan hal ini sudah pasti menjadi godaan yang besar bagi kaum laki-laki yang melihatnya.
Saudariku Muslimah, marilah kita berhenti mengatakan “Perbaiki dulu hati, baru pakai Kerudung”. Jika hati yang menjadi hal pertama diperbaiki, menutup rambut atau aurat dengan berkerudung hukumnya tetap wajib. Belum bisanya kita untuk memperbaiki hati kita agar menjadi seorang muslim yang baik tidak membuat kewajiban tersebut menjadi gugur.
Hal ini sudah ditetapkan oleh Allah, Dzat yang maha agung di dalam Al-Quran :
“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzaab: 59)
Jadi, pakailah kerudung karena itu sudah menjadi kewajiban bagi kaum wanita. Sekarang, mari kita berpikir dari sudut pandang yang berbeda. Katakanlah mereka-mereka yang memiliki pemahaman “Perbaiki Kelakuan Dulu, Baru Berkerudung” memang berhasil menjadi wanita Muslimah yang berkelakuan baik. Mereka selalu melaksanakan sholat 5 waktu ditambah sholat-sholat sunnah lainnya. Mereka juga tidak lupa untuk mengaji Alquran, Infaq, Zakat dan bahkan sedekah pun mereka selalu lakukan. Mereka juga ramah dan selalu menjalin silaturahmi dengan semua orang yang ada di sekitarnya.
Namun, walaupun mereka melakukan semua itu semua, Itu tidak bearti mereka tidak mendapatkan dosa karena tidak menutup auratnya. Dosa tersebut tetap di catat karena tidak melaksanakan salah satu perintah Allah. Padahal perintah tersebut sudah sangat jelas sekali terpampang di depan batang hidungnya dan tidak pula ada udzur yang menghalanginya.
Mari kita bayangkan, ketika orang yang enggan memakai kerudung tersebut mengaji ayat-ayat suci Al-Quran kemudian sampai pada Surat Al Ahzaab ayat ke-50 :
“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
“Hmmm, make jilbabnya ntar-ntar ajalah Tuhan. Hamba mau perbaiki kelakuan/hati dulu”. Ucapnya.
Tak disangka, orang yang berkata seperti di atas dalam hitungan beberapa hari, dia meninggal. Allah cabut ruhnya dari raganya. Lalu, alasan apa yang akan dia gunakan ketika kelak di Yaumul Hisab karena enggan menggunakan kerudung dan mengenakan jilbab?
“ Buat apa berkerudung, jika kelakuan masih rusak”, hendaknya tidak lagi menjadi paham yang dianut oleh wanita Muslimah agar tidak menutup auratnya. Janganlah menilai seseorang secara keseluruhan karena perbuatan rusak kecil mereka. Ibaratkan pepatah yang mengatakan “Karena nila setitik, rusak susu sebelanga”. Tetaplah mengenakan kerudung walaupun kamu belum dapat memperbaiki diri. Namun, bukan bearti kamu tidak perlu untuk berusaha memperbaiki diri. Cobalah untuk perbaiki diri kamu, maka hari demi hari kamu akan menuju ke arah perbaikan diri itu. Insya Allah.

Wallahu A’lam

0 comments:

Post a Comment