Berita Indonesia Terbaru

Jodoh Tidak Perlu Dicari, Yang Penting Kamu Memantaskan Diri

Memiliki pasangan hidup pasti merupakan salah satu yang membuat diri manusia menjadi utuh dan bahagia. Bagi yang tidak memiliki pasangan hidup biasanya dihinggapi perasaan galau yang mendalam terutama bagi yang baru saja putus cinta. Memiliki jodoh atau pasangan hidup bagi kalangan masyarakat juga dianggap sebagai salah satu penentu keberhasilan seseorang. Saat sudah dewasa, cukup umur dan mapan, tidak jarang kita ditanyai oleh orang sekitar kita dengan pertanyaan “ Kapan Nikah ? “ dan “ Mana Calonnya ?”.
Pada akhirnya, pertanyaan tersebut justru membuat kita menjadi stres dan panik karena tidak juga menemukan pasangan yang pas untuk hidup kita. Hingga membuat kita mencari berbagai macam cara untuk menemukan jodoh kita segera, seperti meminta dikenalkan oleh teman, pasrah mengikuti jodoh yang dipilih oleh orang tua, sampai mengikuti situs-situs mencari jodoh di internet. Apakah betul jodoh atau pasangan hidup harus dicari ? Apakah “mencari” adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan jodoh? Bagaimana dengan memantaskan diri?
Menurut pandangan pribadi saya, terlalu fokus mencari jodoh justru akan membuat kita lebih mudah untuk tersakiti. Memang sangat menyenangkan apabila ada seseorang yang selalu berada disisi kita dan seseorang tersebut juga memahami kita. Untuk mendapatkan jodoh, banyak orang rela mengorbankan banyak hal. Tapi, apakah anda pernah bertanya apakah betul konsep mencari jodoh ini merupakan cara terbaik? Apakah memang mungkin ada individu lain yang memiliki kehidupan berbeda dengan kamu dapat memahami kehidupan kamu sampai ke titik terdalam?
Sebuah hasil dari penelitian yang dipublikasikan oleh Journal of Experimental Psychology menunjukkan bahwa konsep pasangan hidup pada dasarnya hanyalah ilusi. Orang yang mempercayai konsep ini tidak dapat memiliki hubungan romantis yang sedang dijalaninya dengan maksimal.
“Pada saat seseorang mempercayai bahwa pasangannya adalah belahan jiwanya dan mereka memang ditakdirkan untuk bersama”, Biasanya hubungan pasangan tersebut akan menjadi lebih tidak bahagia dan resiko terbesar yang dapat terjadi yaitu mereka dapat berpisah.
Menganggap pasanganmu orang yang sempurna juga merupakan awal dari bencana. Ketika kita mempercayai konsep pasangan hidup, kita sering sekali langsung berpendapat bahwa pasangan kita adalah orang yang sangat dan paling sempurna bagi diri kita. Dalam hubungan cinta yang dipercayai sudah “ Ditakdirkan”, akan tercipta pemahaman bahwa hubungan cinta yang dijalani tersebut harus bebas dari masalah dan konflik. Padahal, nyatanya konflik adalah bagian yang tidak akan pernah dipisahkan dalam sebuah hubungan.
Dampaknya, setelah masa bulan madu selesai dan sudah pasti konflik dalam hubungan akan bermunculan, pasangan yang merasa sudah menemukan belahan jiwanya tersebut sudah pasti akan terkejut dan juga kecewa karena mereka melihat ketidaksempurnaan pasangannya.
“ Ketika kenyataan dalam hubungan mulai terlihat dan yang terlihat justru menunjukkan sebaliknya, maka pasangan yang seperti ini akan lebih mudah untuk tersakiti.”
Lalu, muncul pertanyaan, apabila Diam saja, apakah mungkin Jodoh akan datang sendiri?
Lalu bagaimana caranya untuk menemukan pasangan hidup ? Apa bisa kita hanya duduk di rumah, diam dan berdoa sambil menunggu jodoh kita datang? Tentu saja tidak. Pada konsepnya, menemukan jodoh itu dapat ibaratkan kita mendaki sebuah gunung, tentu saja untuk mencapai puncak gunung tersebut, kita harus terus melangkahkan kaki kita dan sudah pasti dalam perjalanan menuju puncak akan banyak sekali rintangan-rintangan yang harus kita lewati. Disaat itulah kamu harus memilih, untuk berhenti dan membalikkan badan untuk kembali atau kamu terus bertahan dan memaksakan diri agar tetap melangkahkan kaki. Jika kamu memilih untuk berjalan terus, pelan tapi pasti puncak gunung tersebut akan terlihat dipandanganmu.
Hanya saja, ada cara lain yang lebih baik dari mencari jodoh. Kamu tidak perlu repot-repot untuk mencari jodoh seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Cara tersebut ialah memantaskan diri.
Berikut merupakan alasan-alasan kenapa memantaskan diri itu lebih baik :
1.Terkadang jodoh belum datang karena kita belum selesai dengan diri kita sendiri.
Selesaikan dulu kewajiban dan kejarlah impianmu. Daripada kamu sibuk mencari jodoh, kenapa waktu tersebut tidak kamu gunakan untuk menuntaskan keinginanmu dan impianmu dahulu?
2.Meningkatkan Kualitas Diri dapat membantumu menjadi lebih menarik dan juga merasa siap.
3. Saat Kamu Sudah Berada Di Jalur yang Tepat, Mereka yang Datang Juga Akan Lebih Tepat Saat jalanmu sudah tepat
4. Datang Disaat Kamu Sudah Siap Akan Membuatmu Lebih Terhormat
Persiapkanlah dirimu dalam segala bidang. Memiliki sifat yang setia juga menjadi tolak ukur yang sangat penting dalam hubungan cinta. Namun, bukan bearti hal itu saja yang diperlukan, ada banyak yang perlu dipersiapkan seperti kasing sayang, mental, kekayaan dan lain-lain.
5. Meminta Pasangan Hidupmu untuk Menerimamu Apa Adanya Adalah Hal yang Egois

Akan lebih bijak apabila kekuranganmu itu kamu coba perbaiki daripada dibiarkan dan meminta pasanganmu untuk menerimamu apa adanya. Kecuali kekuranganmu itu tidak mungkin diperbaiki maka meminta pasangan hidupmu menerimamu apa adanya akan lebih masuk akal. 

0 comments:

Post a Comment