Berita Indonesia Terbaru

Wow Bayi ini Dilahirkan dengan Kondisi Cukup Aneh, Coba Lihat Bagian Kakinya Mirip Seperti Putri Duyung

Ketika kita berbicara mengenai kisah putri duyung, yang terlintas dipikiran kita adalah sosok wanita yang memiliki wajah yang cantik dengan kakinya yang mirip seperti sirip ikan. Memang cerita putri duyung hanyalah mitos belaka.
Namun nyatanya, kisah mengenai putri duyung ini setidaknya ada juga yang terjadi di dunia nyata. Kisah putri duyung yang satu ini memang tidak sama persis dengan putri duyung yang biasa kita lihat di film-film. Kisah Putri Duyung yang dimaksud ialah seorang bayi yang dilahirkan di Uttar Pradesh, India utara.
Pasalnya, kelahiran bayi tersebut mengejutkan banyak orang disana dikarenakan bayi ini memiliki bentuk kaki yang tidak mirip seperti bayi manusia biasanya. Bayi tersebut terlahir memiliki bentuk kaki yang mirip sekali dengan sirip ikan seperti layaknya putri duyung.
Sang bayi memiliki 2 kaki yang menyatu menyerupai ekor ikan. Salah satu dokter yang menangani kelahiran bayi tersebut mengaku merasa sangat terkejut dan baru pertama kali melihat kejadian yang seperti ini.
 “Saya sama sekali belum pernah melihat peristiwa yang seperti ini sebelumnya” Ungkap dokter tersebut.
Dari segi medis dan menurut keterangan dokter, Bayi tersebut ternyata memiliki kelainan berupa kondisi tubuh bagian atas yang berfungsi normal sementara bagian bawahnya tidak berkembang. Bagian paha sampai kaki yang menyatu membuat dokter tidak dapat menentukan jenis kelamin bayi tersebut.
Kondisi kelainan yang bayi tersebut alami disebut dengan kelainan Sirenomelia atau yang juga dikenal dengan sindrom Mermaid. Sindrom Mermaid ini adalah suatu penyakit yang ditandai dengan fusi kaki dan rotasi. Kondisi tersebut terjadi sejak masih di dalam rahim sang ibu.
Semantara itu menurut Lindsey Fitzharris dari Universitas Oxford berpendapat bahwa sindrom Mermaid terjadi dikarenakan tali pusat mengalami kegagalan dalam membentuk dua arteri sehingga tidak ada pasokan darah yang cukup mencapai janin. Nutrisi dan pasokan darah hanya terpusat pada bagian atas tubuh, kekurangan nutrisi tersebut menyebabkan janin gagal mengembangkan bagian kaki yang seharusnya terpisah.
Sang ibu yang masih berusia 22 tahun yang tidak disebutkan namanya mengaku tidak menyangka bahwa anaknya mengalami kelainan yang seperti ini. Pasalnya, ia merasa bahwa selama masa kehamilan 30 minggu tidak ada tanda-tanda yang aneh walaupun USG terakhir mengungkapkan bahwa kondisi ginjal bayi tersebut belum berkembang.

Sayangnya , Bayi mungil itu tak memiliki ketahanan hidup yang lama. Dia dinyatakan meninggal setelah usianya mencapai 10 bulan.

0 comments:

Post a Comment